Minggu, 08 Februari 2009

PROFIL RSU SANTA MARIA PEMALANG



PROFIL RSU SANTA MARIA PEMALANG

Rumah Sakit Umum (RSU) Santa Maria Pemalang meruapakan salah satu dari tiga rumah sakit yang berada di kabupaten Pemalang. RSU Santa Maria merupakan rumah sakit yang dimiliki oleh Yayasan Mediatrix. Sedangkan Yayasan Mediatrix sendiri didirikan oleh para suster tarekat Putri Bunda Hati Kudus (PBHK).

Alamat : Jl. Pemuda 24 Pemalang
Telepon : (0284) 321251 – 321426
Faksimile : (0284) 322335
Email : santamariapml@yahoo.com

Kapasitas rawat inap
Jumlah tempat tidur 74 tempat tidur, terdiri dari
· VIP-A : 4 tempat tidur
· VIP-B : 3 tempat tidur
· Kelas I : 14 tempat tidur
· Kelas II : 15 tempat tidur
· Kelas III : 38 tempat tidur
· Neonatus : 8 tempat tidur
(keadaan per Januari 2009)

Jumlah karyawan
· Dokter tetap : 9 orang
· Dokter tamu : 18 orang
· Apoteker : 1 orang
· Perawat : 67 orang
· Paramedis lain : 16 orang
· Tenaga lain :130 orang
(keadaan per Januari 2009)

Pelayanan Medik
Waktu pelayanan pasien di RSU Santa Maria Pemalang
· IGD : 24 jam
· Farmasi : 24 jam
· Laboratorium : 24 jam
· Fisioteraphy : 07.00 - 14.00
· Klinik Umum : 07.00 - 14.00
· Klinik spesialis : 07.00 - 14.00 dan 17.00- 21.00
· Fisioteraphy : 07.00 - 14.00
· Radiologi : 07.00 - 21.00
· USG : 07.00 - 14.00
· Elektro Encephalografi : 07.00 - 14.00
· Administrasi keuangan : 08.00 - 21.00

Jenis Pelayanan Medik Rawat Jalan
· Klinik Umum
· Klinik Bedah
· Klinik Kesehatan Anak
· Klinik Obsgyn
· Klinik Penyakit Dalam
· Klinik THT
· Klinik Syaraf
· Klinik Mata
· Klinik Kulit & kosmetik
· Klinik Gizi
· Klinik Akupunktur
· Klinik Gigi dan Mulut
· Medical Check Up




SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA
RUMAH SAKIT UMUM SANTA MARIA PEMALANG

Rumah Sakit Umum Santa Maria Pemalang yang kita kenal sekarang ini, adalah perwujudan kelanjutan karya Suster-Suster Tarekat Putri Bunda Hati Kudus (PBHK). Pada tanggal 4 juni 1928, Suster-suster PBHK yang dalam bahasa latin disebut Filiae Dominae Nostrae a Sacro Corde (FDNSC) yang berpusat di Issoudun, Perancis datang dari negeri Belanda ke Pulau Jawa dengan tujuan menyelenggarakan pendidikan dan perawatan orang sakit terutama bagi rakyat kecil.
Selanjutnya dalam usaha karyanya, para suster menyebar ke berbagai kota yang antara lain Wonosobo, Cilacap dan Tegal. Kegiatan di Kota Tegal dimulai pada tahun 1929. Pada bulan Juni 1934, Mgr. B.J. Visser meminta para Suster PBHK yang ada di Tegal untuk mengelola Balai Pengobatan milik misi yang sebelumnya milik pemerintah Hindia Belanda. Balai pengobatan tersebut terletak di Jalan Tidar, Mulyoharjo, Pemalang, yang sekarang menjadi SD. Mulyoharjo 5.
Dalam pengelolaan para suster, pasien semakin bertambah banyak baik dewasa maupun anak-anak oleh karena mereka merasa terlayani dengan baik. Balai pengobatan ini akhirnya menjadi Poliklinik Umum dengan Rumah Rawat Inap dalam bentuk yang sangat sederhana. Oleh karena tempat di Jl. Tidar tidak mampu lagi menampung penderita rawat inap yang makin bertambah banyak, maka pada tanggal 15 Maret 1939, suster membeli sebidang tanah yang letaknya di Jalan Ketandan dengan luas 12.126 M ². Di atas tanah itu didirikan bangunan biara dan rumah sakit.
Sebelum bangunan selesai, pada tahun 1942 tentara Jepang masuk kota Pemalang sehingga para suster PBHK terpaksa meninggalkan tanah dan bangunan tersebut dan masuk ke kamp pengamanan di Mendut, dan selanjutnya di Muntilan bergabung dengan suster lain.
Setelah merdeka, pada tahun 1947 para suster kembali ke Pemalang dan melihat keadaan tanah dan bangunan di Jl. Ketandan ternyata telah ditempati oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang yang sampai sekarang digunakan sebagai Kantor Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Kabupaten Pemalang.
Pada bulan Maret 1948 para suster berusaha meminta tanah dan bangunan tersebut tetapi pada saat itu belum berhasil. Meskipun demikian perjuangan untuk mendapatkan tanah dan bangunan tersebut tidak pernah surut.
Beberapa tahun kemudian, Pemda Kabupaten Pemalang menawarkan sebidang tanah yang sama luasnya di Jalan Pemuda tanah milik Pemda sebagai ganti tanah di Jl. Ketandan. Hal tersebut disetujui oleh Pemimpin Tarekat Suster PBHK. Akhirnya pada tanggal 15 Februari 1973 dilaksanakan pertukaran tanah secara resmi dimana tanah di Jl. Ketandan yang semula milik Tarekat Suster PBHK diserahkan kepada Pemda Pemalang dan sebagai gantinya tanah di Jl. Pemuda oleh Pemda Kab. Pemalang diserahkan kepada Tarekat Suster PBHK.
Kemudian Yayasan Mediatrix yang merupakan Badan Hukum dari Tarekat Suster PBHK mengajukan permohonan izin untuk mendirikan Rumah Bersalin dan Poliklinik di atas tanah tersebut. Dalam proses pembangunan gedung, pada waktu ditinjau Pemda, pihak Pemda menganjurkan agar di atas tanah tersebut didirikan Rumah Sakit Umum mengingat lahannya luas dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan meningkat. Permohonan pendirian Rumah Bersalin dan Poliklinik kemudian diubah menjadi permohonan pendirian Rumah Sakit Umum.
Selanjutnya pada tanggal 16 Oktober 1973 diajukan permohonan izin pendirian rumah sakit ke Pemda. Pada tanggal 8 Desember 1975 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit. Pada tahun 1977 diajukan permohonan penyelenggaraan Rumah Sakit ke DepKes RI. Pada tahun 1979 menjelang bangunan hampir selesai, dilaksanakan pekerjaan melengkapi surat permohonan izin ke DepKes RI. Pada tanggal 29 Oktober 1979 surat izin penyelenggaraan rumah sakit dari DepKes RI keluar.
Pada tanggal 18 Januari 1980 bangunan Rumah Sakit diberkati oleh Uskup Keuskupan Purwokerto Mgr. S. Pascalis Hardjosoemarto, MSC dan pada tanggal 19 Januari 1980 dilakukan peresmian Rumah Sakit Umum Santa Maria Pemalang oleh Kepala Kantor Wilayah Depkes RI Prop. Jateng (Dr. R. Roestanto). Untuk memperingati hari bersejarah itu, tanggal 19 Januari 1980 ini oleh Yayasan Mediatrix ditetapkan sebagai hari jadinya Rumah Sakit Umum Santa Maria Pemalang.


VISI DAN MISI
RSU SANTA MARIA PEMALANG

VISI
Rumah Sakit Umum Santa Maria Pemalang melayani dan merawat dengan semangat kasih.

MISI
1. Memantapkan pelayanan dan perawatan dengan mengedepankan semangat kasih tanpa membeda-bedakan suku, bangsa, agama, jenis kelamin dan status sosial ekonomi.
2. Meningkatkan kinerja individu dan rumah sakit secara professional.
3. Mengembangkan kemampuan rumah sakit guna peningkatan pelayanan.
4. Menuju rumah sakit yang terakreditasi.

MOTTO
Kesembuhan anda merupakan kebahagiaan kami.

FALSAFAH
Melayani dan merawat manusia sesuai dengan citra Allah.

1 komentar:

  1. nama saya lia trisnawati...saya pernah di oprasi (usus buntu)pada juni 2001.saya inget betul waktu itu saya mendekati ujian akhir sekolah,dan kebetulan orang tua saya tidak cukup uang untuk membayar uang muka oprasi,tp ternyata di rumah sakit santa maria pemalang,tidak di kenakan DP seperti layaknya orang mau kredit motor.ahamdulilah setelah oprasi orang tua saya dapat pinjaman untuk biaya(sebesar 2 juta)tp kalo di rumah sakit lain pasti harus ad DP ny dulu,keburu pasien menutup mata selama2 nya..Trimakasih atas pelayanan Rumah Sakit Santa Maria..

    BalasHapus